Senin, 01 September 2025

RESUME PKKMB UNUSA 2025 DAY 1


Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Oleh: Yudi Latif, MA., Ph.D

Indonesia negera peolopor, negara pertama yang berani merdeka/berbicara untuk mencapai kemerdekaan. Indonesia menjadi model untuk dekolonisasi bagi internasional. Jika dibandinng dengan negara lain yang merdeka setelah Indoneisa, bukannya mengalami kemajuan justru Indonesia mengalami perlambatan. Padahal jika nyatanya, Indonesia memiliki keberagaman sumber daya alam yang bermanfaat untuk masyarakatnya dan dapat bersaing di pasar Internasional. 

Yang menentukan besar dan majunya sebuah bangsa bukanlah luas wilayahnya, melainkan kualitas karakter manusia atau masyarakatnya. Salah satu kunci agar dapat mengikuti arus kemajuan peradaban adalah peningkatan mutu sumber daya manusia. Tidak ada negara yang bisa maju jika kualitas sumber daya manusia tidak berkembang dengan baik.Oleh karena itu, siapa pun yang memimpin, mengurus, dan menjadi bagian dari Indonesia harus memiliki mental yang kuat, berintegritas, serta bersedia mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara.


Indonesia adalah negara yang majemuk, dengan beragam etnis, budaya, bahasa, dan agama. Pancasila hadir sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup masyarakat bangsa. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana cara menyatukan keberagaman itu dengan mempertemukan titik temu yang dapat merangkul semua perbedaan.

Ada dua hal penting yang harus dikembangkan:

  1. Membangun jaring silaturahmi (konektivitas). Pergaulan perlu diperluas tanpa terhalang etnis maupun agama. Pada dasarnya manusia  cenderung lebih nyaman bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan. Sebaliknya, perbedaan sering kali menimbulkan prasangka. Karena itu, kita perlu mengikis prasangka agar perbedaan tidak menjadi penghalang.
  2. Mengembangkan jaring kesetaraan akses (inklusivitas). Segala bentuk akses, seperti hukum, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, harus dapat dirasakan secara adil. Apabila kesenjangan sosial terlalu tinggi, maka akan muncul ketidakpercayaan antaranggota masyarakat.

 Dengan konektivitas dan inklusivitas, kepercayaan dapat tumbuh di antara sesama. Keduanya kemudian diikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kita boleh berbeda dalam etnis, agama, maupun budaya, tetapi tetap bertemu di titik yang sama: negara Indonesia, bahasa Indonesia, dan tujuan bersama sebagai bangsa yang berdaulat.

Selain itu, Indonesia memiliki nilai integritas yang dijunjung tinggi dan disepakati bersama. Nilai ini memungkinkan masyarakat memiliki landasan kepercayaan yang sama, yaitu Pancasila. Pancasila dirumuskan dengan mempertimbangkan keberagaman masyarakat oleh para pendiri bangsa, yang juga berasal dari latar belakang berbeda. Pancasila menjadi titik temu yang menyederhanakan kompleksitas perbedaan agar tidak menjadi pemecah belah, melainkan penguat persatuan.

Setiap sila Pancasila memiliki makna mendalam. Misalnya, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan sifat ilahi. Masyarakat Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih agama dan kepercayaan yang diyakini, serta diwajibkan untuk bertakwa, meneladani, dan mengimplementasikan nilai-nilai ilahi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sila-sila lainnya pun memberikan pedoman praktis untuk membentuk bangsa yang adil, makmur, demokratis, dan berkeadaban.

Dengan demikian, arah yang harus kita tuju adalah memperkuat kualitas manusia Indonesia, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta menjadikan Pancasila sebagai sumber nilai, pedoman moral, dan titik temu bangsa. Harapan besarnya adalah Indonesia tidak hanya mampu berdiri kokoh di tengah tantangan global, tetapi juga mampu kembali menjadi pelopor: teladan bagi dunia dalam mewujudkan keadilan, persatuan, dan kemajuan peradaban.

Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraann Mahasiswa
Oleh: Erisandy Yudhistira

"The way to get started is to quit talking and begin doing"

Finansial plan bisa dilakukan sedini mungkin. Memprioritaskan pengeluaran, yang pertama yaitu menyisihkan uang untuk menabung dan sisanya untuk kebutuhan lain. Menabung tidak bisa membuat kaya, tapi apabila dikerjakan secara disiplin atau berinvestasi secara konsisten maka dapat menjamin masa depan. Tujuan utama menabung atau berinvestasi adalah melindungi aset dari musuh utama yang tidak bisa di hindari yaitu Inflasi, proses kenaikan harga umum barang secara terus menerus selama periode tertentu. Berikut ini adalah tahapan siklus finansial:
  1. Ketergantungan Finansial (Usia 0-23 tahun): Di tahap ini, seseorang belum menghasilkan pendapatan sendiri dan bergantung secara finansial pada orang lain, seperti orang tua atau wali. Ini adalah masa di mana pengeluaran berfokus pada pendidikan dan kebutuhan dasar.
  2. Masa Produktif (Usia 23-55 tahun): Ini adalah periode di mana seseorang mulai bekerja dan memiliki penghasilan. Masa ini adalah waktu yang paling penting untuk menabung, berinvestasi, dan membangun kekayaan. 
  3. Masa Pensiun (Usia 55-75 tahun): Setelah usia produktif, pendapatan aktif dari pekerjaan umumnya berhenti. Seseorang akan hidup dari hasil tabungan atau investasi yang telah dikumpulkan selama masa produktif.
Mengapa Finansial plan itu Penting?
  • Rata-rata harapan hidup di Indonesia: 75 tahun
  • Batas umum pensiun di Indonesia: 55 tahun
  • Jumlah sisa umur setelah pensiun: tahun
  • Sisa umur tanpa penghasilan: 20 tahun × 12 bulan bulan

Dengan kata lain, setiap orang perlu mempersiapkan dana untuk 240 bulan hidup tanpa penghasilan tetap setelah pensiun. Ini menekankan perlunya menabung dan berinvestasi sejak dini agar dapat mencapai "Happy Retirement."



Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik
Oleh: Dr. Pulung Siswantara S.KM., M.Kes.

Tuntuan zaman bahwa besok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari kemarin. Siapapun juga harus bersedia berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas kehidupan di segala bidang. Mulai dari mengritisi hal yang sederhana, mempertanyakan, memanfaatkan peluang, dan berpikir luas dapat menyebabkan sebuah perubahan besar di masa depan. Setiap saat akan terjadi seleksi alam, siapa yang lemah, dia yang kalah. Bagi yang kalah, mereka akan “terpinggirkan”, tersingkir dari arena perjuangan hidup karena selalu bersikap apatis, masa bodoh, malas, bebal, dan ceroboh. Bagi yabg menang, mereka akan selalu memegang peranan penting di arena perjuangan hidup karena akan selalu bersikap kritis, dinamis, rajin belajar tentang apapun juga, teliti, dan sukses.

Dalam kehidupan, seleksi alam terjadi dalam perjalanan manusia di masyarakat. Setiap saat akan selalu ada persaingan dan tantangan yang harus dihadapi. Mereka yang lemah, apatis, masa bodoh, malas, bebal, dan ceroboh akan kalah. Sikap tersebut membuat seseorang sulit berkembang, hingga akhirnya terpinggirkan dan tersingkir dari arena perjuangan hidup. Sebaliknya, mereka yang mampu bertahan adalah orang-orang yang selalu bersikap kritis, dinamis, rajin belajar, teliti, dan bersemangat menghadapi perubahan. Mereka tidak mudah menyerah, selalu mau memperbaiki diri, serta terbuka terhadap gagasan baru. Dengan sikap itulah mereka mampu memegang peranan penting dalam kehidupan, menjadi pemenang di tengah kerasnya persaingan, dan meraih kesuksesan.

Link Blog Teman Saya: kharismaauliyaaz.blogspot.com







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESUME PKKMB UNUSA 2025 DAY 2

Mengenai Saya

Hi! Saya Davina Putri Sania, berasal dari Sidoarjo. Di usia yang akan menginjak 19 tahun, saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama salah satu kampus yang sudah terakreditasi "Unggul" di Surabaya. Tepatnya di Prodi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran.