Indonesia negera peolopor, negara pertama yang berani merdeka/berbicara untuk mencapai kemerdekaan. Indonesia menjadi model untuk dekolonisasi bagi internasional. Jika dibandinng dengan negara lain yang merdeka setelah Indoneisa, bukannya mengalami kemajuan justru Indonesia mengalami perlambatan. Padahal jika nyatanya, Indonesia memiliki keberagaman sumber daya alam yang bermanfaat untuk masyarakatnya dan dapat bersaing di pasar Internasional.
Yang menentukan besar dan majunya sebuah bangsa bukanlah luas wilayahnya, melainkan kualitas karakter manusia atau masyarakatnya. Salah satu kunci agar dapat mengikuti arus kemajuan peradaban adalah peningkatan mutu sumber daya manusia. Tidak ada negara yang bisa maju jika kualitas sumber daya manusia tidak berkembang dengan baik.Oleh karena itu, siapa pun yang memimpin, mengurus, dan menjadi bagian dari Indonesia harus memiliki mental yang kuat, berintegritas, serta bersedia mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara.
Ada dua hal penting yang harus dikembangkan:
-
Membangun jaring silaturahmi (konektivitas). Pergaulan perlu diperluas tanpa terhalang etnis maupun agama. Pada dasarnya manusia cenderung lebih nyaman bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan. Sebaliknya, perbedaan sering kali menimbulkan prasangka. Karena itu, kita perlu mengikis prasangka agar perbedaan tidak menjadi penghalang.
- Mengembangkan jaring kesetaraan akses (inklusivitas). Segala bentuk akses, seperti hukum, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, harus dapat dirasakan secara adil. Apabila kesenjangan sosial terlalu tinggi, maka akan muncul ketidakpercayaan antaranggota masyarakat.
Dengan konektivitas dan inklusivitas, kepercayaan dapat tumbuh di antara sesama. Keduanya kemudian diikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kita boleh berbeda dalam etnis, agama, maupun budaya, tetapi tetap bertemu di titik yang sama: negara Indonesia, bahasa Indonesia, dan tujuan bersama sebagai bangsa yang berdaulat.
- Ketergantungan Finansial (Usia 0-23 tahun): Di tahap ini, seseorang belum menghasilkan pendapatan sendiri dan bergantung secara finansial pada orang lain, seperti orang tua atau wali. Ini adalah masa di mana pengeluaran berfokus pada pendidikan dan kebutuhan dasar.
- Masa Produktif (Usia 23-55 tahun): Ini adalah periode di mana seseorang mulai bekerja dan memiliki penghasilan. Masa ini adalah waktu yang paling penting untuk menabung, berinvestasi, dan membangun kekayaan.
- Masa Pensiun (Usia 55-75 tahun): Setelah usia produktif, pendapatan aktif dari pekerjaan umumnya berhenti. Seseorang akan hidup dari hasil tabungan atau investasi yang telah dikumpulkan selama masa produktif.
- Rata-rata harapan hidup di Indonesia: 75 tahun
- Batas umum pensiun di Indonesia: 55 tahun
- Jumlah sisa umur setelah pensiun: tahun
- Sisa umur tanpa penghasilan: 20 tahun × 12 bulan bulan
Dengan kata lain, setiap orang perlu mempersiapkan dana untuk 240 bulan hidup tanpa penghasilan tetap setelah pensiun. Ini menekankan perlunya menabung dan berinvestasi sejak dini agar dapat mencapai "Happy Retirement."



Tidak ada komentar:
Posting Komentar